Hidup adalah perjuangan, hidup adalah perbuatan, hidup adalah anugerah, hidup adalah pilihan.
Banyak orang yang mengartikan hidup ini dengan berbagai macam perumpamaan. Terkadang kita jadi bingung, mana yang paling benar? Menurut saya pribadi ini bukan masalah benar atau salah, karena apapun ungkapan seseorang tentang arti hidup, semua itu dilatarbelakangi oleh perjalanan hidup yang telah dilaluinya. Baik itu negatif maupun positif.
Tidak sedikit sesorang yang memandang hidup itu dari sisi negatif. Sebagai contoh, adanya anggapan bahwa hidup itu kejam, kita harus kejam agar dapat bertahan hidup. Apakah itu salah? Menurut saya hal seperti itu adalah wajar adanya, kita tidak dapat menyalahkan seseorang yang memiliki pandangan seperti itu. Sayapun pernah memiliki pandangan seperti itu.
Mungkin, rekan-rekan sekalian berpendapat, bahwa saya dapat memaklumi hal tersebut karena saya termasuk kedalam kelompok orang-orang seperti itu (berpandangan hidup secara negatif). Mungkin perlu saya akui, “ya” saya pernah tergolong orang-orang seperti itu, atau mungkin sekarang masih tergolong seperti itu.
Terlepas dari itu semua, ada satu hal yang menurut saya sangat mendasar. Yaitu, ungkapan seseorang tentang hidup dan kehidupan, semua itu dilatarbelakangi oleh perjalanan hidup yang telah ditempuh orang itu. Sengaja saya cetak tebal, karena menurut saya hal inilah yang paling mendasar, mengapa seseorang memiliki pandangan tertentu tentang hidup.
Oleh karena itu, berdasarkan perjalanan hidup yang telah saya lalui, saya juga memiliki pandangan tersendiri tentang arti hidup ini. Menurut saya, hidup itu adalah pilihan. Apapun hal yang kita alami saat ini, semua itu adalah hasil dari pilihan yang kita lakukan. Baik atau buruknya diri kita, semua itu merupakan pilihan kita sendiri.
Tanpa memperdulikan latar belakang seseorang, apakah orang kaya, orang miskin, berandalan, guru ngaji, pejabat, buruh, presiden, rakyat jelata, laki-laki, perempuan. Baik atau buruknya seseorang, orang itu sendiri yang menentukan.
Terkadang kita berfikir, bahwa pilihan hidup yang kita jalani itu ditentukan oleh kita diawal sebuah kehidupan. “Ah… saya mau jadi presiden.”, “Ah… saya mau jadi dokter.”, dan pilihan-pilihan lain. Tidak ada salahnya kita berfikir seperti itu, berarti hidup ini tidak adil dong bagi orang-orang dengan latar belakang “kurang” dari pada yang lain. Terus, dimana keadilan Tuhan?
Semua pandangan itu terjadi, bila kita memandang pilihan hidup kita itu ditentukan diawal. Menurut saya justru sebaliknya, pilihan hidup kita yang paling menentukan itu adalah, bagaimana cara kita mengakhirinya? Apabila kita ingin berakhir baik, apa yang harus kita lakukan? Apabila tidak ingin berakhir buruk, apa yang harus kita hindari?
That’s true, menurut saya pandangan hidup seperti ini lebih adil. Karena apapun latarbelakang seseorang, apabila ia ingin hidupnya berakhir dengan baik, ia harus mengusahakan agar hidupnya berakhir baik. Disitulah letak keadilan Tuhan, bahwa Tuhan akan memberikan ganjara yang setimpal terhadap usaha yang telah dilakukan oleh hambaNya.
Kesimpulan kali ini adalah, hidup itu adalah sebuah pilihan. Sebagai manusia kita punya dua pilihan, yaitu;
Bagaimana cara memulai kehidupan?
Dan, bagaimana cara mengakhirinya?
semua itu tergantung terhadap orang itu sendiri. Dan Tuhan bertindak sebagai hakim yang paling adil, terhadap pilihan yang telah kita tentukan.
Tetap semangat dan optimis didalam menjalani hidup ini, jangan pernah berputus asa. Percayalah jika maksud kita baik, Tuhan akan selalu bersama kita.
0 Responses to “ARTI HIDUP”