Sepanjang perjalanan hidup yang telah kita lalui, tanpa kita sadari, sesungguhnya kehidupan yang kita jalani ini merupakan sebuah konsekuensi, dari pilihan kehidupan kita dimasa lalu. Mungkin bagi rekan-rekan yang notabene masih berstatus mahasiswa, menjalani kehidupannya sebagai mahasiswa, sebagai konsekuensi pilihannya menjadi seorang mahasiswa. Terlepas apakah pilihan yang kita ambil itu berdasarkan keinginan kita sendiri, maupun adanya desakan dari pihak lain. Yang jelas, kita telah memilih.
Terkadang kita berfikir, apabila kita memilih sebuah jalan kehidupan. Dimana jalan yang kita pilih itu tidak sesuai dengan hati nurani kita, maka akan timbul banyak masalah. Sebelum melangkah lebih jauh lagi, marilah kita berfikir sejenak. Masalah, pernahkah kita terfikir, apa itu masalah?
Masalah demi masalah selalu datang silih berganti, tapi masalah itu sendiri apa sih? Menurut saya pribadi, masalah itu adalah suatu persoalan yang kita hadapi, saat hendak mencapai sebuah tujuan tertentu. Berdasarkan definisi yang saya buat sendiri terdapat dua kata kunci yaitu, persoalan dan tujuan.
Jadi, kesimpulannya masalah itu bukan datang karena pilihan hidup kita, yang tidak sesuai dengan hati nurani kita. Masalah timbul karena kita mempunyai tujuan dalam memilih pilihan hidup kita. Apakah itu sesuai dengan hati nurani, maupun hanya sekedar menyenangkan pihak-pihak tertentu. Yang jelas, ada tujuan.
Ada dua hal yang perlu kita perhatikan, menyangkut faktor penyebab timbulnya masalah yaitu, faktor internal diri dan faktor eksternal diri. Faktor internal diri adalah, faktor penyebab masalah yang terdapat didalaml diri kita seperti, rasa malas, keengganan untuk melakukan sesuatu, rasa tidak suka, dll. Faktor eksternal diri adalah, faktor penyebab masalah diluar diri kita seperti, kecelakaan, musibah, keterlambatan kawan, dll. Walaupun begitu, terkadang walaupun masalah kita berasal dari faktor eksternal, terkadang faktor eksternal itu dipicu oleh faktor internal diri kita. Sebagai contoh,
“seorang mahasiswa mempunyai janji dengan kawannya untuk bertemu dengan dosen, akan tetapi kawan mahasiswa tersebut datang terlambat, sehingga tidak jadi bertemu dosen. Selidik punya selidik, ternyata kawan mahasiswa tersebut sakit hati oleh guyonannya. Sang mahasiswa tersebut memang dikenal sering bercanda yang kadangkala keterlaluan, iapun memiliki sikap cuek luar biasa. “
Kita tidak dapat menghindarkan diri dari berbuat kesalahan, yang dapat kita lakukan adalah mengendalikan diri kita untuk meminimalisir kesalahan yang kita buat. Selain itu, apabila kita sudah terlanjur membuat sebuah kesalahan. Hal yang harus dilakukan adalah, bagaimana cara memperbaiki kesalahan yang kita buat? Sekali lagi itu adalah pilihan kita sendiri.
Dalam menjalani sebuah pilihan, hasil yang kita dapatkan bukan ditentukan dari bagaimana cara kita memulai sebuah pilihan. Tetapi, bagaimana cara kita mengakhiri sebuah pilihan.
Sekian dulu ya…, Thank’s (^_^)
0 Responses to “Hidup adalah sebuah pilihan”